Seni Potong Tempel

Mahakarya : Yohanes Tody

Seni merupakan keahlian yang dapat membuat sebuah karya bermutu, dilihat dari segi kehalusannya, keindahannya dan sebagainya. Setiap seni yang dihasilkan memiliki pesan moral yang ditujukan seniman kepada para penikmatnya. Tak semua orang memiliki bakat serta ketertarikan dalam dunia seni baik dalam bidang musik, melukis, dan lain sebagainya. Seperti yang dikatakan Tody “Saya yang memiliki background desain saat berkuliah di DKV tentu banyak hal yang di pelajari dalam dunia seni terkhususnya design. 2 hal ini saling berkaitan karena desain pada dasarnya adalah cabang dari seni. Jadi seni bagi saya adalah, bagaimana kita dapat menyampaikan suatu pesan untuk orang lain, atau bahkan sekedar mengungkapkan perasa pribadi dalam karya tersebut”.

Seni yang terbagi dalam  berbagai aspek, memiliki fungsi serta tujuannya masing-masing tak banyak yang mengira bahwa seni merupakan benda pusaka yang sebenarnya melekat dalam diri kita, walaupun masih banyak orang yang  belum menyadarinya. Ironisnya masih banyak yang mengira bahwa seni hanya seni sekedar karya sederhana yang dipadang rendah nilainya, padahal seni berperan penting dalam kehidupan. Salah satu bentuk seni dalam bidang seni rupa adalah kolase. Kolase adalah salah satu teknik seni rupa dengan cara menempelkan berbagai macam unsur ke dalam satu frame, sehingga menghasilkan sebuah karya baru dengan nilai yang tinggi. Menurut Tody “kolase adalah sebuah seni yang bisa menciptakan dan memunculkan imajinasi liar dari dalam diri setiap orang, yang mungkin dapat membuat setiap orang tidak bisa memahami arti dalam karya yang dibuat seseorang dikarenakan karya tersebut bersifat personal bagi dirinya. Kolase juga merupakan sebuah seni yang dapat dengan muda dibuat bagi semua orang karena bahan yang dibutuhkan sering kita jumpai sehari hari”.

Secara istilah, pengertian kolase adalah kreasi aplikasi yang dibuat dengan menggabungkan teknik melukis (lukisan tangan) dengan menempelkan bahan-bahan tertentu. Sehingga dalam pembuatannya, kolase memerlukan kesabaran yang tinggi dan keterampilan dalam memadukan, menyusun, dan menempel bahan yang ada sehingga menjadi sebuah karya seni yang indah. Bicara soal ketertarikan, Tody mengungkapkan bahwa “Dalam dunia kolase,  mengingatkan saya saat awal awal semester berkuliah di DKV. Saya yang tidak bisa menggambar tentu berpikir bagaiman saya akan bertahan di kemudian hari di industry kreatif, sementara saya tidak memiliki keahlian yang mendalam dalam menggambar. Salah satu alasan saya masuk dkv karena ketertarikan dengan dunia videografi ”.

Bagi seniman, membuat kolase merupakan sebuah tantangan yang terbilang sulit dibanding pembuatan karya seni rupa yang lainnya. Pasalnya membuat kolase dibutuhkan kreativitas, ide dan kesabaran untuk mencari, dan menemukan bahan yang khusus dan cocok untuk membuat kolase, kemudian bagaimana cara memadukan antara bahan yang satu dengan bahan yang lainnya. Perjuangan menjadi seorang seniman tentu akan memakan waktu yang lama serta menghabiskan banyak ide “Kalau saya ingat ingat Kembali 2019 menjadi awal tahun saya dalam berkolase, saya menggunakan photoshop dalam membuat karya kolase digital. Awalnya saya  tidak memiliki koneksi untuk bisa diajak berdiskusi perihal membuat karya kolase sehingga saya hanya bisa mencari inspirasi melalui pinterest. Gaya desain vaporwave yang saya temui di pinterest memuat saya tertarik, bagaiman gambar gambar seperti lumba lumba, computer, patung, pohon palm yang dilayout secara baik dapat menjadi 1 karya yang aesthetic. Akhirnya saya mulai sering membuat kolase serta membagikannya pada laman Instagram pribadi milik saya” sebut Tody dengan tegas.

Berbicara mengenai pesaing terkhususnya dalam dunia yang semakin berkembang ini, tentu bukan  hal yang mudah. Karya-karya seni baru yang semakin banyak bermunculan tentu akan menjadi musuh utama dalam dunia seni rupa. Kolase yang tidak seperti seni rupa baik dalam bentuk ilustrasi digital, grafiti dan sejenisnya dan dikenal banyak oleh masyarakat luas. Tody berpendapat “Tapi semakin kesini semakin banyak juga yang tertarik dan mau mengenal dengan seni kolase. Kolase ini dapat bersaing dengan banyaknya karya-karya seni baik digital maupun manual, karena melihat bagaimana proses pembuatannya yang berbeda dengan lainnya. Dikarenakan perbedaan tersebut membuat kolase ini memiliki wadah sendiri, yang bisa bersaing dalam industri kreatif”. 

Nama "Awas Lepas" sendiri terinspirasi dari apa? Dan bagaimana proses pembentukan nama menjadi "Awas Lepas" ?

    Awal mula nama “Awas Lepas” sendiri muncul  saat kuliah, ketika saya sebagai ketua Angkatan pada saat itu. Saya mendapatkan tugas dari kakak tingkat untuk membuat sebuah kegiatan yang dapat merekatkan 1 angkatan, disitu muncullah ide nama “awas lepas” dimana setiap 2 minggu sekali kami berkumpul untuk bisa berbagi bersama dari teman teman seangkatan kami yang memiliki keahlian seperti fotografi/Lukis dan sejenisnya. Tapi nama ini belum di publikasikan kepada teman-teman seangkatan dan akhirnya diputuskan untuk menjadi nama panggung ketika saya berkarya. Dimana sama halnya dengan berkolase, ini merupakan sebuah seni menempelkan potongan gambar menggunakan perekat agar tidak terlepas dan menjadi 1 kesatuan.

Apa yang anda harapkan dengan hadirnya nama "awas lepas" ini di dunia kolase?                     Tidak ada harapan yang lebih besar dari pada keinginan pribadi saya untuk mengenalkan kolase kepada teman teman atau lingkungan disekitar saya. Tidak ada niatan meninggikan nama “Awas Lepas” sendiri, tapi bagaimana dengan saya berkarya dan dapat menjadi memotivasi masyarakat tentang dunia kolase dan belajar membuatnya, hingga menjadi perupa kolase. 

Comments

Popular posts from this blog

Arab Maklum 2 akan resmi tayang pada bulan April 2024

Menelusuri Jejak Kehangatan Persahabatan