Harga Daging Sapi Mahal, Tembus Rp135.000 per Kg
BEKASI - Harga daging sapi terpantau mahal, tembus Rp135.000 per Kilogram (kg) di Pasar Kranggan Mas, Jatisampurna, Bekasi, Kamis (23/11/2023). Sejumlah harga pangan mengalami kenaikan menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Kamis, 23 November 2023 pukul 11.30 WIB.
Menteri Koordinator
Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan harga daging
sapi pada Maret 2024 berada di bawah Rp 100 ribu per kilogram. Langkah yang
diambil adalah menambah sumber pemasok daging sapi dari 3 negara baru.
Adapun negara yang disebut Luhut adalah Brasil,
Afrika Selatan dan Kenya. Menurutnya Indonesia berupaya mewujudkan cita-cita
untuk swasembada daging.
"Mungkin bulan Maret 2024 kita sudah bisa
melihat harga daging berada di bawah atau sekitar Rp 100 ribu. Syukur-syukur
sudah bisa di bawah 100 ribu. Mungkin Rp 80-90 ribu, terus bertahap
tentunya," kata Luhut di Instagram pribadinya.
Selama ini, Indonesia hanya mengimpor daging sapi
dari Australia, dan kerbau dari India. Sehingga harganya selalu berada di atas
Rp 100 ribu per kilogram, konsumsi
daging dapat membuat masyarakat menjadi lebih sehat. Dengan harga daging di
bawah Rp 100 ribu per kilogram, ia berharap lebih banyak masyarakat yang mampu
membeli.
Pada postingan yang
diunggah di laman instagramnya Luhut menambahkan, ada kesepakatan jika
Indonesia tidak hanya mengimpor daging sapi saja dari Brazil, tetapi sapi
pejantan dan anak sapi. Nantinya sapi hidup itu akan dikembangbiakkan dalam
negeri untuk meningkatkan kualitas peternakan sapi di Indonesia. Pemerintah berupaya meningkatkan
kualitas sapi dalam negeri. Ia menyebut jika Brazil menganggap kualitas sapi
Indonesia menurun kualitasnya.
Memajukan kualitas peternakan daging sapi dalam
negeri tidak semudah membalikan telapak tangan. Berbagai persoalan dihadapi,
misalnya isu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), sistem regulasi, serta metode untuk
memperbanyak sapi di tingkat peternak.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan harga daging
sapi menjadi tinggi melibatkan berbagai aspek dari rantai pasokan hingga
kondisi ekonomi global. Berikut adalah beberapa faktor penyebab harga daging
sapi yang mahal:
· Permintaan
Tinggi, Jika permintaan terhadap daging sapi tinggi, hal ini
dapat meningkatkan harga karena ketersediaan menjadi lebih terbatas.
· Biaya
Produksi yang Tinggi, Biaya produksi yang tinggi, seperti
pakan ternak, vaksinasi, dan perawatan hewan, dapat menyebabkan peternak
menaikkan harga daging untuk menutupi biaya-biaya tersebut.
· Ketidakstabilan
Pasokan, Faktor-faktor seperti musim kering atau cuaca ekstrem
dapat mempengaruhi pasokan daging sapi. Ketidakstabilan pasokan dapat
meningkatkan harga.
· Biaya
Pemeliharaan Hewan, Biaya pemeliharaan hewan, termasuk biaya
pakan, obat-obatan, dan perawatan kesehatan, dapat menjadi faktor signifikan
dalam menentukan harga daging sapi.
· Kenaikan
Biaya Energi, Kenaikan biaya energi, terutama bahan
bakar, dapat meningkatkan biaya transportasi dan pengelolaan peternakan, yang
dapat berdampak pada harga daging sapi.
· Kenaikan
Biaya Transportasi, Biaya transportasi dari peternakan ke
pusat pemotongan daging dan ke pasar dapat meningkatkan harga akhir daging
sapi.
· Kebijakan
Pemerintah, Kebijakan pemerintah terkait impor,
ekspor, atau subsidi dapat memengaruhi harga daging sapi di pasar lokal.

Comments
Post a Comment